Berita KPK Duga Jembatan Bangkinang Tidak Didasari Studi

Penyidik KPK kembali memanggil lima pegawai PT Wijaya Karya (Wika) sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Bangkinang atau Bangkinang Waterfront City di Kampar. Kasus ini menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kampar Adnan.

“Kelima saksi diperiksa untuk kasus korupsi pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2015-2016,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (15/10).

Kelima saksi adalah para pejabat Wika, BUMN penggarap proyek tersebut. Mereka adalah Kepala Seksi Proyek Kecil Bayu Cahya Saputra, karyawan Bimo Laksono, Project Manager Didiet Hadianto, staf Marketing Firjan Taufa, dan pegawai Ucok Jimmy.

Kemarin (14/10), KPK telah memeriksa Muhammad Palestine. Ali mengatakan penyidik mengkonfirmasi soal pemasangan VWSG.
“Diduga pekerjaan VWSG itu tidak didukung oleh studi terkait perencanaan yang sesuai,” Ali menjelaskan.

Selain Adnan, KPK juga menjerat Manajer Wilayah II atau Manajer Divisi Operasi I PT Wika I Ketut Suarbawa sebagai tersangka pada 14 Maret 2019.

Dua tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *