Dampak Buruk Pilpres AS Bagi Indonesia 2020

Dampak Buruk Pilpres AS Bagi Indonesia 2020

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Ujang Komarudin memastikan efek penentuan presiden Amerika Serikat (AS) terhadap perpolitikan di Indonesia tetap bakal besar.

Sebab, AS tetap jadi kekuatan dunia.

Diketahui, hari ini bakal dilangsungkan pemungutan nada untuk Pilpres AS.

Dua calon yang bertarung adalah Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat.

“AS tetap jadi kekuatan dunia. Jadi efek politiknya besar bagi Indonesia. Salah satu efek politiknya Indonesia selalu bakal menggerakkan sistem demokratisasi sebisa mungkin. Demokrasi itu berkiblat ke AS, sedangkan otoritarianisme berkiblat ke China,” ujar Ujang, kala dihubungi Tribunnews.com, Selasa (3/11/2020).

Ujang menyatakan politik global, didalam perihal ini politik AS, tentu bakal berdampak terhadap politik didalam negeri Indonesia.

Karena politik world dipicu oleh banyak hal, keliru satunya mengenai hubungan diplomasi antar negara.

Menurutnya, Indonesia bakal diuntungkan terkecuali Presiden AS terpilih nantinya ramah terhadap Indonesia.

Jika sebaliknya, perihal itu bakal membuat Indonesia selalu ada didalam tekanan.
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan calon Presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, melakukan debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio Selasa (29/9/2020) waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan calon Presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, melakukan debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio Selasa (29/9/2020) waktu setempat. (JIM WATSON dan SAUL LOEB / AFP)

“Jika presiden AS terpilih ramah terhadap Indonesia, maka secara politik bakal menguntungkan. Namun terkecuali sebaliknya, maka Indonesia bakal selalu didalam tekanan. Tekanan didalam banyak hal, bisa mengenai politik, ekonomi, dan demokrasi,” jelasnya.

Terlepas dari siapa yang terpilih nantinya, baik itu Trump ataupun Biden, Ujang menyatakan Indonesia bakal selalu punyai hubungan ‘mesra’ dengan Negara Paman Sam tersebut.

“Siapapun yang terpilih satu diantara keduanya, Indonesia bakal selalu mesra dengan AS. Karena Indonesia perlu AS dan AS perlu Indonesia. Hubungan Indonesia dengan AS pun udah terjalin lama, meskipun presiden AS udah silih berganti,” tandasnya.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *