Facebook soal Larangan Iklan Politik

Facebook menghentikan sementara iklan politik karena akan dilakukan pemungutan suara secara tertutup dalam Pemilu, 3 November 2020. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi peluang terjadinya kebingungan atau penyalahgunaan.

Perubahan kebijakan Facebook terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menggunakan media sosial untuk membuat klaim palsu, bahwa mekanisme voting via surat mengarah pada penipuan pemilu. Trump juga menolak berkomitmen untuk transfer kekuasaan secara damai jika dia kalah.

Facebook juga mengumumkan, bahwa jika hasil pemenang pemilu memicu perdebatan, pihaknya akan menunjukkan nama pemenang resmi yang diumumkan dan memberikan tautan informasi lebih lanjut di Pusat Informasi Pemungutan Suara milik Facebook.

Pimpinan Facebook untuk produk iklan politik, Sarah Schiff menyebutkan, larangan sementara diperkirakan akan berlangsung sekitar satu minggu. Tetapi itu berpotensi untuk berubah.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *