Jokowi Pinta Masalah Politik Jangan Di Campurkan Ke Dalam Ekonomi

Berita Politik Jokowi Pinta Masalah Politik Jangan Di Campurkan Ke Dalam Ekonomi. Presiden sbobet Joko Widodo (Jokowi) telah meminta untuk tidak membingungkan politik dan ekonomi, karena Indonesia memasuki tahun politiknya pada 2018. Ini untuk menjaga agar ekonomi tetap tumbuh dengan baik.

Berita Politik Jokowi Pinta Masalah Politik Jangan Di Campurkan Ke Dalam Ekonomi

Jokowi mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) di 171 kabupaten, kota dan provinsi akan dilakukan pada 2018. Oleh karena itu, dia ingin agar ekonomi terus berjalan di koridor ekonomi dan politik yang masih berjalan di koridor.

“Tahun depan ada pemilihan di 171 kabupaten kota dan provinsi, saya ingin kita terbiasa dengan urusan politik di bidang politik, ekonomi dalam ekonomi, jangan mencampuradukkan, bukan menjadi politisi,” kata Jokowi, saat menghadiri Forum CEO, di Kuningan Area Jakarta

Berita Politik Jokowi Pinta Masalah Politik Jangan Di Campurkan Ke Dalam agen bola Ekonomi. Jokowi mengatakan, perusahaan harus tetap fokus meski di tahun politik. Ini bertujuan agar ekonomi tetap berjalan dan tumbuh dengan baik saat pilkada.

“Itu pengusaha atau politisi, politik tolong, tapi ekonomi jangan terpengaruh, hanya sedikit pengaruhnya,” katanya.

Jokowi mengatakan, jika tahun politik mempengaruhi perekonomian, pengusaha tidak akan mengembangkan usahanya karena hanya menunggu dan melihat kondisi yang terjadi dan dimasa yang akan datang.

“Kalau saya tanya pebisnis tahun depan seperti apa? Tunggu dan lihat, Pak, tahun depan tunggu dan lihat lagi, saat kita kerja, kalau tunggu dan lihat terus, saatnya bekerja membangun negara ini,” kata Jokowi.
Jokowi: Kondisi Sekarang Berbeda dengan Masa Lalu

Berita Politik Jokowi Pinta Masalah Politik Jangan Di bandar Campurkan Ke Dalam Ekonomi. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak bisa disamakan dengan apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perubahan yang terjadi menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan.

“Saya hanya ingin mengatakan sedikit, sekarang kita memasuki fase baru, orang sering membandingkannya dengan masa lalu,” katanya pada Rapat Bank Indonesia 2017 (BI) di Jakarta pada hari Selasa, 28 November 2017.

Ia mencontohkan, pada periode 2011-2012, Indonesia mengalami lonjakan harga komoditas. Akibatnya pada saat itu konsumsi rumah tangga berada di kisaran 7 persen. Sedangkan konsumsi rumah tangga di rumah hanya mencapai 4,93 persen-4,95 persen.

“Ini profil saat ini, karena berbeda. Bagi dunia, dunia ekonomi telah tumbuh 5 persen, sekarang 3 persen. China telah tumbuh 12 persen sekarang 6 persen koma. Ini adalah perbedaan yang harus kita pahami agar bisa dilakukan. Kebijakan kita tidak salah. “Banyak parameter yang berbeda, angka juga berubah,” katanya.

Berita Politik Jokowi Pinta Masalah Politik Jangan Di Campurkan Ke Dalam Ekonomi. Selain itu, Jokowi mengatakan perubahan ini juga terjadi pada model bisnis baru yang mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Misalnya, Indonesia baru saja dimeriahkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan daya beli dan perubahan pola konsumsi.

“Kami tidak sadar sekarang bahwa ada banyak mode bisnis baru, jadi pola konsumsi berubah, orang biasa berbelanja ke mal, ke toko, sekarang orang-orang sedang mengonsumsi dunia pariwisata, suka menikmati, seperti pergeseran yang mana. Kita juga harus mengerti dan mengerti bahwa ada perubahan. Juga dari offline ke online Ini adalah perubahan yang tidak akan kita terima, “katanya.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *