Manuver Gatot di Barisan Oposisi: 212 Sampai KAMI

Manuver Gatot di Barisan Oposisi: 212 Sampai KAMI – Jejak Jenderal( Purn) Gatot Nurmantyo jadi antagonisme Kepala negara Joko Widodo( Jokowi) telah nampak semenjak beliau sedang tercampur dalam dewan menteri bagaikan Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI). Gatot lalu bermanuver jadi rival politik Jokowi sampai saat ini berasosiasi bersama Aliansi Kelakuan Melindungi Indonesia( Kita).

Manuver Gatot di Barisan Oposisi: 212 Sampai KAMI

Gatot Nurmantyo ditunjuk Kepala negara Jokowi bagaikan Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI) mengambil alih Jenderal( Purn) Moeldoko pada 8 Juli 2015. Moeldoko ditukar sebab hendak merambah era pensiun.

Ikatan Gatot serta Jokowi awal mulanya nampak manis. Tetapi, menjelang Pilpres 2019, ikatan hangat keduanya mulai berganti.

Gatot dituding mulai main politik semenjak 2017. Pimpinan Pusat Riset Politik serta Keamanan( PSPK) Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi memperhitungkan terdapat 3 aksi politik yang dicoba Gatot dikala sedang jadi Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI).

3 aksi yang diartikan merupakan menunggang momentum kelakuan demo 4 November( 411) ataupun 2 Desember nama lain 212. Aksi- aksi ini menuntut penguasa berperan terpaut permasalahan penistaan agama Basuki T Badar( Ahok).

Gatot luang menemui massa 411 kala Kepala negara Jokowi tidak muncul. Gatot menggunakan peci putih dikala itu. Kala itu timbul artian Gatot dekat dengan massa ormas Islam.

” Aku dikala itu Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI), dalam suasana warga jutaan, Kepala negara di tengahnya, blank aku, gimana supaya jika terdapat apa- apa, Kepala negara aman, itu taruhan, keamanan Kepala negara di tangan aku. Aku wajib bagikan isyarat, aku bagian dari pemeluk,” tutur Gatot di kegiatan Terang- terangan detikcom, Kamis( 22 atau 3 atau 2018).

Setelah itu Gatot pula terdapat pada Kelakuan 212. Cuma, dikala itu Kepala negara Jokowi pula muncul di tengah- tengah massa kelakuan. Kepala negara Jokowi serta jajarannya pula turut doa Jumat bersama massa di Monas.

Aksi Gatot kedua merupakan dengan membagikan perintah terdapatnya nonton serempak film G30S atau PKI di barisan Tentara Nasional Indonesia(TNI). Ini pula ditaksir bagaikan metode Gatot berpolitik dikala sedang jadi prajurit.

” Aku telah amati ia berpolitik semenjak satu tahun kemudian. Bikin aku, berat buat berkata ia( Jenderal Gatot) tidak berpolitik,” tutur Muradi pada reporter, Selasa( 26 atau 9 atau 2017).

Gatot pula sempat membuat polemik kala dalam tanya jawab dengan suatu stasiun tv melaporkan diri tersindir apabila pemeluk Islam dituding hendak melaksanakan makar.” Jika terdapat demo, janganlah dikira makar. Tentu demo hendak dicoba dengan kematangan warga salurkan aspirasinya, serta itu boleh- boleh saja,” cakap Gatot, 4 Mei 2017.

Selang 2 minggu setelah itu, Jenderal Gatot kembali membuat beberapa pihak terkesima. Dikala tampak dalam Rapat Arahan Nasional Partai Golkar di Balikpapan, ia membacakan syair Tetapi Bukan Kita Memiliki. Syair buatan konsultan politik Denny JA itu bermuatan kritik kepada penguasa.

” Jika Komandan berarti dengan syair ini buat kritik rezim Jokowi, salah Tujuan, deh. Barangkali alegori memukul air di baki, tepercik wajah sendiri,” ucap badan Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira dari Bagian PDI Peperangan, 23 Mei 2017.

Julukan Gatot pula luang dikait- kaitkan ikut serta dalam Kelakuan 212. Karena, luang timbul plakat Kelakuan 212 viral di alat sosial. Plakat bujukan turun dalam kelakuan 21 Februari 2017 nama lain kelakuan 212 bagian II muat gambar Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo bagaikan salah satu di dalamnya. Dari lukisan itu, Gatot Nurmantyo terkesan mempunyai kedudukan di kelakuan itu.

Plakat maya itu tersebar di jejaring alat sosial. Tidak hanya lukisan Jenderal Gatot Nurmantyo, plakat itu menunjukkan gambar pemimpin besar FPI Habib Rizieq Syihab, Syekh Ali Jaber, Ajengan Arifin Ajaran, KH Abdullah Gymnastiar, serta Pimpinan Biasa GNPF MUI Ajengan Bachtiar Nasir. Perihal itu dibantah Tentara Nasional Indonesia(TNI) dikala itu.

” Tidak betul serta informasi dusta. Plakat kelakuan rukun Membela Islam V menunjukkan lukisan Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI) merupakan hoax,” kata Kapuspen Tentara Nasional Indonesia(TNI) Mayjen Wuryanto

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *