Menteri Jokowi Ramaikan Bursa Capres, Peta 2024 Bisa Berubah CNN Indonesia

Menteri Jokowi Ramaikan Bursa Capres, Peta 2024 Bisa Berubah CNN Indonesia

Menteri Jokowi Ramaikan Bursa Capres, Peta 2024 Bisa Berubah CNN Indonesia

Dua lembaga survei merilis hasil survei Pilpres 2024 di saat nyaris bersamaan. Nama-nama di lingkaran Presiden Joko Widodo muncul didalam persaingan.
Bandar Taruhan
Parameter Politik Indonesia (PPI) didalam surveinya mencatat nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto unggul berasal dari 12 nama tokoh lain. Ketua Umum Partai Gerindra itu menggapai 19,9 persen, disusul Anies Baswedan bersama 11,9 persen, Ganjar bersama 11,3 persen, sampai Sandiaga Uno sebesar 2,1 persen.

Kedua, Lembaga Survei Indonesia (LSI). LSI juga menempatkan Prabowo di puncak bersama angka elektabilitas tertinggi sebesar 22,5 persen. Prabowo lebih-lebih jauh mengungguli Ganjar dan Anies, masing-masing di peringkat ke-2 dan ketiga bersama elektabilitas umumnya di angka 10 persen.

Sejumlah pengamat mengingatkan potensi pecah kongsi di tubuh partai koalisi menyusul kemunculan beberapa nama menteri didalam survei tersebut, meski Pilpres 2024 masih jauh.

Direktur Eksekutif Political Review, Ujang Komaruddin meyakini akan muncul sejumlah nama di pada menteri Jokowi yang akan maju di Pilpres 2024. Hingga saat ini, kata Ujang, tersedia dua nama yang berpotensi maju, yaitu Prabowo dan Sandiaga.

Ujang percaya ke-2 nama itu masih berhasrat maju di Pilpres, entah sebagai capres maupun cawapres.

“Apalagi tadi, katakanlah surveinya, elektabilitas diakui ada. Dianggap bagus,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/2).

Menurut Ujang, beberapa nama itu lebih-lebih sudah bergerak jauh-jauh hari untuk mewujudkan manuver politiknya. Mereka terjadi bersama tempo kecepatan yang berbeda. Tapi tak terbantahkan sambil memetakan basis perlindungan partai.

Selain dua nama itu, Ujang turut memperkirakan dua nama lain yang berpotensi akan turut bersaing. Sebut saja, seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Mereka sudah bergerak. Hanya sesungguhnya sambil jalan. Artinya nanti memetakan partai politik yang mendukung. Persiapan logistiknya,” katanya.

Menurut Ujang, perpecahan di tubuh koalisi adalah keniscayaan. Dia berujar, koalisi partai didalam politik demokrasi Indonesia saat ini sesungguhnya dibentuk sesuai keperluan pragmatis, alih-alih ideologis. Maka, katanya, semua koalisi partai, juga oposisi, akan bersifat temporer atau sementara.

“Pertama bukan koalisi ideologis, sifatnya temporer dan tidak permanen. Artinya 2024 itu akan main mata masing-masing. Partai koalisi saat ini itu,” kata dia.

Pecah Terlalu Dini
Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai terlalu dini pecah kongsi didalam saat kira-kira empat th. menjelang pilpres. Hendri justru berkeyakinan, sejumlah nama menteri yang miliki angka elektabilitas pasti idamkan bertahan untuk menggapai modal politik.

“Jadi makanya agak konyol ketika mereka berpikir untuk pecah koalisi,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/2).

Di samping itu, merujuk hasil survei KedaiKOPI, tersedia 400 nama lain yang masih berpotensi maju di Pilpres 2024. Mereka berasal berasal dari beraneka latar belakang terasa berasal dari politisi, pengusaha, mantan atlet, sampai selebritas.

Apalagi, apabila berkaca pada kemunculan Jokowi pada 2014 silam. Menurut dia, saat itu sejumlah lembaga survei sudah mengunggulkan nama Prabowo, sebelum lantas nama Ketum Partai Gerindra itu rontok seketika.

“Jadi nama-nama yang muncul saat ini nggak usah GR. Ya itu tadi, berasal dari survei KedaiKOPI tersedia 400 nama yang muncul. Dan nama-nama itu bisa saja lebih berpeluang naik ke panggung di 2024, daripada nama-nama yang beredar sekarang,” katanya.

Hendri turut menyoroti sejumlah nama tersebut, yang menurut dia justru sama sekali, belum mendapat momentum politik sebagai modal besar maju di kontestasi elektoral seperti pilpres.

Menurut Hendri, momentum politik, adalah modal atau bekal yang tak bisa didapat semua orang. Sementara, lanjutnya, beberapa nama seperti Anies, Ganjar, sampai Khofifah sampai kini justru baru saja dirundung persoalan banjir di lokasi mereka masing-masing.

Kunjungi Juga : BERITA GLOBAL TERBARU | BERITA DUNIA TERKINI

“Momentumnya nggak tersedia saat ini. Menteri-menteri juga lagi susah. Jadi masih jauh, saat ini ya boleh, hanya kan 2024 masih lama. Jalan masih jauh,” kata Hendri.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *