Pengacara Nurhadi Bantah Terdapat Gerakan Duit Kliennya ke Selebgram Agnes Jennifer

Pengacara Nurhadi Bantah Terdapat Gerakan Duit Kliennya ke Selebgram Agnes Jennifer

Pengacara mantan Sekretaris Dewan Agama( MA) Nurhadi, Muhammad Rudjito melaporkan, tidak terdapat gerakan duit dari kliennya pada selebgram Agnes Jennifer. Selebgram itu sempat didatangkan regu beskal KPK bagaikan saksi dalam sidang masalah Nurhadi.

” Selebgram Agnes Jennifer tidak menyambut gerakan anggaran dari Pak Nurhadi. Kita pertanyakan pada saksi, tidak terdapat gerakan anggaran dari itu ke Agnes Jennifer,” tutur Rudjito di Majelis hukum Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat( 4 atau 12 atau 2020).

Dikala sidang, Agnes pula berterus terang tidak sempat berjumpa serta berbicara dengan Nurhadi. Agnes berterus terang, terkini memahami Nurhadi sehabis ditilik oleh interogator KPK.

” Saksi mulanya menerangkan terkini mengenali julukan Pak Nurhadi sehabis menyambut panggilan dari KPK, sehubungan dengan permohonan KPK buat menghasilkan dia bagaikan saksi dalam masalah ini,” nyata Rudjito.

Dengan begitu, Rudjito beriktikad, regu beskal KPK kembali belum dapat meyakinkan ketergantungan saksi yang didatangkan dengan asumsi aplikasi uang sogok serta gratifikasi yang memerangkap Nurhadi.

” Buat berulang kalinya dari beberapa sidang berjalan ini, tidak sempat teruji terdapatnya gerakan anggaran atau bukti- bukti yang langsung ataupun dengan cara langsung terdapat gerakan anggaran ataupun kedudukan Pak Nurhadi,” tutur Rudjito menandasi.

Duit Pembelian Tas Hermes

Sejauh jalannya sidang, Agnes Jennifer sering melawan bab duit yang dituding diperoleh dari Nurhadi. Agnes berterus terang, kalau terdapat gerakan duit berbentuk memindahkan yang belum lama terkini diketahuinya dari menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono buat suatu pembelian tas elegan berlabel Hermes yang dijualnya.

” Tidak dapat gerakan duit( dari Nurhadi). Tidak terdapat ikatan dengan Nurhadi. Tetapi benar menjual tas Hermes pada 2015 ke Rizqi Orang suci Juri, istri dari Rezky, tipe tasnya Hermes Croco Mais jika tidak salah, biayanya Rp 600 juta,” tutur Agnes di PN Tipikor Jakarta, Jumat( 4 atau 12 atau 2020).

Agnes mejelaskan, bisnis tas itu dicoba dengan cara online. Ia berterus terang luang terjalin payau berunding harga saat sebelum disetujui harga Rp 600 juta.

” DP ditransfer Rp 100 juta oleh suami Orang suci, sehabis tas diperoleh aku dampingi ke rumanya di Hang Lekir, lebihnya Rp 500 juta dilunasi serta aku tidak ngeh julukan suaminya Orang suci,” Agnes menandasi.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *