Perancis Adalah Politik Kejam Ungkap Ali Khamenei

Perancis Adalah Politik Kejam Ungk

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengutuk Perancis dan pemerintah Eropa lainnya dikarenakan menunjang penerbitan kartun Nabi Muhammad dan menolak klaim mereka untuk membela kebebasan berekspresi.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa (3/11/2020) untuk menandai kembali tahun Nabi Muhammad, Khamenei mengecam perlindungan resmi “pahit dan buruk” di balik karikatur yang diterbitkan oleh majalah satir Perancis, Charlie Hebdo. “Ini (konflik kartun Nabi Muhammad) bukan cuma kehancuran seni Perancis, ini adalah politik pemerintah yang menunjang tindakan yang salah ini. Ini adalah tokoh politik yang secara eksplisit menunjang ini,” kata Khamenei, merujuk pada Presiden Perancis Emmanuel Macron, layaknya yang dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (3/11/2020).

Mengutip kebebasan berekspresi, para pemimpin Perancis dan Eropa sudah menunjang hak untuk menerbitkan kartun Nabi Muhammad, yang amat dihormati oleh Muslim dan penggambaran visualnya dilarang didalam Islam. Baca juga: Dituding Bersekutu dengan Erdogan, Perancis Larang Kelompok Ini Beraktivitas Karikatur itu disebut sebagai alasan di balik serangan mematikan yang diluncurkan di kantor majalah Charlie Hebdo pada awal 2015, oleh pejuang yang terkait dengan al-Qaeda.

Pada Oktober, guru bahasa Perancis Samuel Paty dibunuh di siang bolong dekat sekolahnya di pinggiran kota Paris, sehabis dia menyatakan kartun Nabi Muhamamad kepada murid-muridnya sebagai anggota dari diskusi tentang kebebasan berekspresi. Khamenei pada Selasa, menyebutkan pemerintah Perancis mestinya menyatakan perlindungan dan belasungkawa untuk korban pembunuhan, tetapi melewatkan karikatur dipublikasikan adalah salah. “Mereka bilang seseorang sudah terbunuh. Nah, ungkapkan belasungkawa dan kebaikan untuknya.

Mengapa Anda secara eksplisit menunjang karikatur keji itu?” ungkap Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran ini terhitung menunjang kemarahan dan protes Muslim atas pertikaian tersebut, dengan menyebutkan itu menyatakan bahwa mereka “hidup”. Baca juga: Perancis Rincikan Hukum Separatisme yang Singgung Islam Muslim di seluruh dunia sudah menyatakan kemarahan mereka atas komentar Macron baru-baru ini di mana dia menyebutkan Islam adalah ” agama didalam krisis”. Para pemimpin Muslim mengkritik pernyataan itu, orang-orang memprotes dan kampanye untuk memboikot barang-barang Perancis sudah diluncurkan di lebih dari satu negara.

Di Iran, protes publik diselenggarakan di depan kedutaan Perancis, di jalan Neauphle-le-Chateau Teheran pada 28 Oktober. Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pekan lalu, Macron menyebutkan dia paham dan menghormati perasaan Muslim, tetapi memberi tambahan bahwa dia coba melawan “Islam radikal” yang merupakan ancaman bagi semua, terlebih Muslim.

Dia terhitung menyebutkan karikatur itu “bukan proyek pemerintah” dan “muncul dari surat kabar bebas dan independen yang tidak berafiliasi dengan pemerintah”. Baca juga: Pembunuh 3 Orang di Gereja Perancis Positif Virus Corona Dua segi mata uang Dalam pidatonya Selasa, Khamenei menolak klaim para pemimpin Perancis dan Eropa bahwa mereka membela kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.

“Politik pemerintah Perancis terhitung sediakan perlindungan bagi lebih dari satu teroris paling biadab dan paling kejam di dunia,” katanya didalam referensi yang paham kepada anggota Mujahidin-e-Khalq (MEK). MEK diakui sebagai organisasi “teroris” oleh Iran, punyai markas besar di Paris dan di negara-negara Eropa lainnya. Organisasi itu yang mengadvokasi pergantian rezim di Iran, masuk didalam daftar teror Amerika Serikat dari 1997 sampai 2012.

Selain itu, kata Khamenei, Perancis adalah salah satu negara Barat yang memberi tambahan perlindungan finansial dan material paling banyak kepada “serigala haus darah” Saddam Hussein. Hussein, mantan pemimpin Irak, menginvasi Iran pada 1980, tak lama sehabis revolusi 1979 didalam usaha menggulingkan republik Islam yang baru dibentuk.

Perang Iran-Irak berikutnya berlangsung sepanjang 8 tahun dan membuat ratusan ribu korban di ke-2 sisi. Baca juga: Dua Geng di Perancis Ini Terlibat Perang di Siang Bolong “Ini adalah dua segi dari mata uang yang sama. Mendukung kebiadaban budaya dan tindakan kriminal karikatur adalah segi lain dari koin membela (MEK) dan Saddam,” kata Khamenei.

Dia menyebutkan ini mengungkapkan “sifat gelap budaya Barat” dan “peradaban biadab” yang menutupi dirinya memakai penampilan moderen dan kemajuan sains dan teknologi. Komentar Khamenei nampak sehabis seluruh pejabat tinggi dan organisasi di Iran mengutuk perlindungan Perancis dan Eropa atas karikatur dan komentar Macron. Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam perlakuan Perancis pada Islam, menyebutkan perlindungan Barat untuk kartun itu tidak etis dan menghina Muslim. “Menghina nabi adalah menghina seluruh Muslim.

Menghina nabi (Muhaammad) bermakna menghina seluruh nabi, nilai-nilai kemanusiaan, dan mirip saja dengan merusak etika,” katanya. Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif terhitung menyebutkan bahwa Perancis “memicu ekstremisme” dengan tindakan semacam itu, dengan kementeriannya memanggil kuasa hukum Perancis untuk secara resmi memprotes pernyataan Macron.

ap Ali Khamenei

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *