Politik Malaysia Dalam Ancaman 2020

Politik Malaysia Dalam Ancaman 2020

Sama seperti semua orang terkejut bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengidamkan mengumumkan Keadaan Darurat, kejutan politik ke dua berkunjung dikala Raja menampik permintaannya.

Meskipun keputusan itu dibuat bersama sopan, respon Raja mengirimkan sinyal yang kuat dan tegas bahwa para politisi perlu memilah rumah mereka tanpa memanfaatkan perlindungan istana untuk memperkuat posisi mereka.

Keputusan berikut berlaku baik melalui Keadaan Darurat atau perlindungan terhadap daftar Anggota Parlemen menolong mereka.

Lebih blak-blakan lagi, pesan efisien Raja adalah: “Silakan pergi dan jangan ganggu aku.” Sebagaimana dikutip mantrasukabumi.com dari
Hal ini mengarah segera ke Rapat Dewan Tertinggi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) terhadap Senin malam, 26 Oktober 2020 di mana Presiden UMNO Zahid Hamidi mengatakan partainya dapat menolong pemerintahan Muhyiddin dan “status quo” dapat selamanya ada.

Tetapi drama publik yang tinggi ini mengaburkan beberapa elemen kunci, yang lebih mutlak dalam pertumbuhan politik kritis sepanjang beberapa hari terakhir.

Yang pertama adalah insiden aneh dari surat bersama yang konon ditandatangani oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak dan Zahid kepada Raja untuk menolong Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri yang keluar minggu selanjutnya dalam laporan berita.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *