Rizieq Shihab Tak Akan Biarkan Politik Indonesia Hancur

Rizieq Shihab Tak Akan Biarkan Politik Indonesia Hancur

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menyebutkan kepulangan Rizieq Shihab akan berdampak terhadap perpolitikan di dalam negeri. Ujang memandang perpolitikan Indonesia ke depan akan tambah dinamis.

“Karena dianggap atau tidak, HRS (Habib Rizieq Shihab) merupakan simbol perlawanan rakyat terhadap pemerintah. HRS lah tokoh yang berani berhadap-hadapan bersama dengan pemerintah supaya terusir ke Arab Saudi,” kata Ujang selagi dihubungi Tempo, Rabu, 11 November 2020.

Rizieq pulang ke Indonesia terhadap Selasa, 10 November 2020 setelah tiga tahun lebih pergi ke Arab Saudi. Kepulangannya disambut oleh ribuan pendukungnya yang memadati Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Ujang menyebutkan disaat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu udah tersedia di Indonesia lagi, peta politik Indonesia akan berubah. Terlebih jikalau Rizieq melakukan konsolidasi bersama dengan pihak-pihak oposisi lain yang non parlementer.

“Maka kebolehan oposisi rakyat itu akan menjadi kuat dan besar. Karena di selagi yang sama, rakyat banyak yang kecewa terhadap pemerintah,” kata Ujang.

Ia memandang selagi ini kebesaran nama Rizieq Shihab tak lepas dari sikapnya yang muncul tidak partisan. Rizieq pun mencitrakan tak berdiri di satu partai tertentu. Karena itu, Ujang memandang kesempatan Rizieq menjadi oposisi kuat pemerintah memadai besar.

Bahkan sepanjang di Arab Saudi, Rizieq tetap sering melancarkan kritik dan tudingan-tudingan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Ia bahkan menyebut terhambatnya kepulangan di ke Indonesia gara-gara pemerintah yang menghalang-halangi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *