Sempat Rampingkan 23 Lembaga, Pemerintah Hemat Rp23,5 Triliun

 

 

Kepala negara Joko Widodo( Jokowi) pada rentang waktu pertamanya luang membubarkan 23 badan non sistemis( LNS). Dimana 10 badan dibubarkan pada tahun 2014. Kemudian 2 badan di tahun 2015. Setelah itu 9 badan di tahun 2016. Terakhir di tahun 2017 sebesar lembaga- lembaga dibubarkan.

Dari penyusunan LNS itu, penguasa sanggup mengirit perhitungan Rp23, 5 triliun. Ahli Administrasi Khalayak Universitas Indonesia( UI), Lina Miftahul Jannah berkata kalau salah satu keterkaitan positif terdapatnya perampingan badan merupakan perhitungan negeri bisa dihemat.( Baca pula: 18 Badan Dibidik, Moeldoko” Bocorkan” 3 yang Sia- sia)

“ Pasti ini berimplikasi pada finansial negeri. Tadinya sebagian badan yang diurangi dapat triliunan yang dihemat,” ucapnya dikala dihubungi SINDOnews, kamis( 16 atau 7 atau 2020).

Ia meneruskan pengiritan ini pastinya sebab tidak terdapat lagi berbelanja teratur di LNS itu. Terpaut dengan konsep pembubaran 18 LNS oleh penguasa, Lina belum bisa membenarkan apakah hendak terdapat pengiritan besar ataupun tidak.

“ Jika 18 ini belum dapat dikenal tentu. Ini butuh diamati lembaganya semacam apa serta gimana letaknya. Tetapi bisa jadi kecil sebab misalnya komisi- komisi itu orangnya pula sedikit,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan janganlah hingga sehabis dibubarkan justru bertukar dengan badan terkini. Bila sedemikian itu hingga pembubaran tidak terdapat maksudnya.

“ Bila justru ditukar badan terkini. Kan jadi sia- sia jika sedemikian itu,

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *