Soal AHY Kudeta Demokrat, NasDem Sebut Itu Halusinasi

Soal AHY Kudeta Demokrat, NasDem Sebut Itu Halusinasi

Soal AHY Kudeta Demokrat, NasDem Sebut Itu Halusinasi

Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali menilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang berhalusinasi kala menyebut tersedia pejabat lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo yang sedang berusaha menyita alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

“Halusinasi menurut saya,” kata Ali kala dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (1/2).
Pasang Bola
Dia meyakini tidak tersedia argumentasi yang sanggup membenarkan pernyataan AHY secara logika.

Menurutnya, Jokowi tidak punyai keperluan untuk mengakuisisi partai politik khusus untuk kemudian masuk ke dalam koalisi pendukung pemerintah. Ali berkata, Jokowi sudah mendapatkan dukungan mayoritas berasal dari partai politik di Parlemen Senayan.

“Kepentingan Jokowi untuk memperkuat barisannya di parlemen itu untuk mengamankan kebijakannya sudah 80 persen, agar secara politik tidak punyai keperluan ulang untuk mengakuisisi partai lain untuk masuk di pemerintahan,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu.

Berangkat berasal dari itu, Ali memberi saran AHY untuk melakukan konsolidasi internal dan tidak berhalusinasi. .

“Tidak kudu mengakibatkan gimmick atau framing seakan dizalimi, karena itu enggak tersedia dasarnya,” ucapnya.

“Mungkin cari perhatian juga atau barangkali Demokrat mau masuk ke koalisi, terbuka saja daripada buat framing seperti itu,” imbuh Ali.

Terpisah, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno berharap AHY untuk berpikir lebih jernih dalam menghadapi problem yang berjalan di internal Demokrat.

“Menurut aku itu skema fatamorgana. Saya berharap Pak AHY tetap jernih menekuni buih,” kata Hendrawan kala dihubungi CNNIndonesia.com.

Hendrawan menuturkan, AHY tidak boleh begitu saja mempercayai isu yang berembus.

“Saya setuju, isu iseng selanjutnya hanya untuk mengganggu konsentrasinya sebagai Ketum,” ujar Hendrawan.

“Kami juga meyakini, keluarga Cikeas sudah tuntas menguasai hulu-hilir Partai Demokrat. Bahkan Ketum yang menang di Kongres Bandung saja (Anas Urbaningrum) terjungkal,” tambahnya.

Sebelumnya, AHY menduga tersedia gerakan politik yang dilakukan pejabat lingkaran kekuasaan Jokowi yang berusaha menyita alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

AHY mengaku sudah mendapatkan Info berasal dari banyak pihak tentang gerakan itu.

Kunjungi Juga : BERITA GLOBAL TERBARU | BERITA DUNIA TERKINI

“Yang kita dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat mutlak pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat bersama dengan Joko Widodo,” kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (1/2).

Putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengklaim manuver politik ini sudah mendapatkan dukungan berasal dari sejumlah menteri dan pejabat mutlak pemerintahan Jokowi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *